kendaraan listrik, mobil listrik

Dominasi & Kebijakan Kendaraan Listrik Tiongkok 2025

Pasar kendaraan listrik (EV) Tiongkok terus menunjukkan dominasi global yang kuat pada tahun 2025. Namun, pertumbuhan ini kini diiringi oleh pergeseran kebijakan domestik yang signifikan. Selain itu, intensitas persaingan yang terjadi belum pernah terjadi sebelumnya.

Dominasi Global Tiongkok memegang posisi kepemimpinan yang tak terbantahkan dalam industri Kendaraan Listrik global. Ini terlihat dari sisi penjualan, produksi, dan pengembangan infrastruktur mereka. Sebagai contoh, pada kuartal pertama (Q1) 2025, penjualan Battery Electric Vehicle (BEV) di Tiongkok melonjak sebesar 55% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menguasai lebih dari 60% pengiriman BEV global. Bahkan, pada Mei 2025, plug-in vehicles telah mencapai 53% dari total penjualan mobil penumpang di Tiongkok.

Pengiriman EV global mencapai 12,8 juta unit antara Januari hingga Agustus 2025. Di sini, BYD menjadi pemimpin pasar dunia. Secara keseluruhan, lima produsen mobil Tiongkok teratas bersama-sama menguasai 43% dari pasar EV global pada tahun 2025.

Rantai Pasok Tiongkok memproduksi 12,4 juta EV pada tahun 2024. Jumlah ini menyumbang lebih dari 70% dari total output mobil listrik global. Lebih lanjut, mereka menguasai rantai pasok secara vertikal, mulai dari pemrosesan material hingga manufaktur sel baterai global sebesar 75%.

Pergeseran Kebijakan dan Konsolidasi Industri Kendaraan Listrik (2026-2030)

Dukungan negara yang masif selama lebih dari satu dekade kini menghasilkan pasar yang kelebihan pasokan dan perang harga yang intens, memicu perubahan kebijakan strategis yang signifikan pada akhir tahun 2025.

Penghapusan Status Prioritas: Sektor Kendaraan Listrik Tidak Lagi Strategis

Dalam perubahan besar yang mencerminkan kedewasaan pasar, Tiongkok menghapus kendaraan listrik dari daftar industri strategis dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15 (2026–2030). Ini adalah kali pertama dalam lebih dari satu dekade sektor ini tidak lagi menjadi prioritas nasional. Alasan di balik keputusan ini adalah kekhawatiran atas kapasitas produksi yang berlebihan. Presiden Xi Jinping menyerukan pendekatan “pertumbuhan rasional.” Ke depan, dukungan kebijakan diperkirakan akan fokus pada konsolidasi industri melalui merger, peningkatan efisiensi, dan inovasi bernilai tinggi.

Regulasi Persaingan Harga dan Kebijakan NDRC

Intensitas persaingan memaksa pemerintah Tiongkok untuk bertindak. Misalnya, pada Maret 2025, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) mengumumkan rencana untuk memperkuat regulasi pasar EV guna mengatasi penetapan harga yang tidak adil. NDRC memperingatkan bahwa perusahaan yang terlibat dalam pengurangan harga yang dianggap “berlebihan atau tidak dapat dibenarkan” akan menghadapi konsekuensi.

Inovasi dan Masa Depan Kendaraan Listrik Terhubung (ICV)

Infrastruktur pengisian daya dan teknologi inovatif Tiongkok menjadi penentu utama dalam mempertahankan kepemimpinan global.

Tantangan Infrastruktur dan Pertarungan Teknologi Baterai

Tiongkok memiliki jaringan pengisian daya publik terbesar di dunia. Namun, ketersediaan sangat terkonsentrasi di 15 kota terdepan. Inovasi menjadi kunci dalam mengatasi keterbatasan ini. Kemajuan pesat dalam pengisian daya super cepat dikhawatirkan dapat membuat teknologi tukar baterai usang dalam lima tahun, mengubah dinamika pasar kendaraan listrik.

Mendorong Pengembangan Kendaraan Terhubung Cerdas (ICV)

Tiongkok secara agresif mendorong industri Intelligent Connected Vehicle (ICV). Tujuan ambisius pemerintah adalah mencapai produksi skala besar mobil listrik dengan sistem kemudi Level 3 (L3) dan peluncuran L4 di skenario tertentu pada tahun 2025. Ini menunjukkan adopsi teknologi ICV yang pesat dalam armada kendaraan listrik .

Hambatan Global dan Masa Depan Industri Kendaraan Listrik Tiongkok

Dominasi Tiongkok di pasar global telah memicu proteksionisme di Barat. Sepanjang tahun 2024, Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa memperkenalkan tarif tinggi terhadap EV Tiongkok. Di tengah ketidakpastian geopolitik ini, Tiongkok terus memanfaatkan inovasi berbasis hardware dan software untuk mempertahankan kepemimpinannya di pasar kendaraan listrik yang matang.

Dengan adanya pergeseran strategis ini, masa depan kendaraan listrik Tiongkok akan bergantung pada konsolidasi industri dan inovasi ICV. Pertimbangkanlah bagaimana dinamika ini akan membentuk pasar otomotif global di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Jaga Performa AC Mobil agar Optimal dan Hindari Biaya Tak Terduga

Baca juga: Harga Mobil Honda Jazz Terbaru & Terupdate


Referensi:

Jose, 2025, 53% EV Share in China! — May 2025 Sales Report

Rashmi, 2025, China Drops EVs from 2026–2030 Strategic Industry Plan