Cek Mental Health

Sehat mental, burnout, fatigue

Sehat Mental

Cek kesehatan mental, atau yang disebut juga tes kesehatan mental, adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan mental seseorang dan mendeteksi adanya gangguan kejiwaan sejak dini. Cek mental health ini merupakan langkah penting untuk memperoleh penanganan lebih awal, terutama bagi individu yang berisiko mengalami gangguan mental. Untuk sumber yang lebih lengkap bisa melihat di HaloDoc website.

Meskipun seseorang yang mengalami gangguan mental terkadang tidak menyadari kondisinya, tes kesehatan mental ini dapat menilai kondisi mental mereka dan membantu psikolog atau psikiater dalam mendiagnosis gangguan mental yang dialami.

Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi, konteks pelaksanaan, dan jenis-jenis tes kesehatan mental:

Fungsi Tes Kesehatan Mental

Tes kesehatan mental umumnya digunakan sebagai langkah awal untuk mendeteksi apakah seseorang memiliki tanda-tanda gangguan jiwa. Beberapa jenis gangguan mental yang dapat dideteksi melalui tes ini meliputi:

  • Depresi
  • Gangguan kecemasan
  • Skizofrenia
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
  • ADHD (attention deficit hyperactivity disorder)
  • Gangguan penggunaan zat alkohol
  • Gangguan makan (seperti anoreksia atau bulimia)
  • Gangguan obsesif komplusif (OCD)
  • Fobia
  • Kecanduan (misalnya terhadap narkoba atau minuman beralkohol)

Konteks Pelaksanaan Tes

Tes kesehatan mental (psikotes) biasanya dilakukan dalam beberapa situasi:

  1. Persyaratan Masuk: Sering dijadikan persyaratan masuk ke institusi pendidikan atau pekerjaan tertentu.
  2. Konsultasi Psikologis: Umumnya dianjurkan selama konsultasi psikologis, diiringi dengan pemeriksaan medis kejiwaan.
  3. Kasus Hukum: Dalam kasus hukum, seperti perebutan hak asuh anak atau menilai pembelaan tersangka, tes ini juga kerap digunakan untuk mengevaluasi kesehatan mental.

Jenis-Jenis Cek Mental Health

Ada beberapa jenis tes spesifik yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi mental, masing-masing berfokus pada aspek atau gangguan tertentu:

Jenis TesFokus UtamaProsedur
1. MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)Menilai kondisi mental secara umum dan menentukan diagnosis penyakit kejiwaan, seperti skizofrenia, depresi, dan gangguan kecemasan.Seseorang diminta menjawab beberapa pertanyaan benar atau salah.
2. PHQ-9 (Patient Health Questionnaire–9)Mendeteksi depresi sejak dini, menilai tingkat keparahan depresi, dan memantau respons terhadap pengobatan.Seseorang diminta menjawab 9 pertanyaan pendek menggunakan skala 0 (tidak pernah) hingga 4 (hampir setiap hari). Contoh pertanyaan: “Dalam 2 minggu terakhir, seberapa sering Anda merasa murung, sedih, atau putus asa?”.
3. BDI (Beck Depression Inventory)Mengukur tingkat keparahan depresi.Terdapat 21 pertanyaan pilihan ganda yang perlu dijawab.
4. STEPI (Schizophrenia Test and Early Psychosis Indicator)Mengidentifikasi gejala skizofrenia.Seseorang diminta menjawab 17 pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari dan kecenderungan terhadap halusinasi maupun delusi.
5. Yale-Brown Obsessive Compulsive ScaleMendiagnosis gangguan obsesif komplusif (OCD).Dokter akan memberikan 10 pertanyaan yang hasilnya digunakan untuk menilai jenis dan tingkat keparahan gangguan tersebut.

Konfirmasi dan Tindak Lanjut

Penting untuk diketahui bahwa semua tes di atas hanyalah alat bantu untuk mendiagnosis penyakit kejiwaan.

Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter atau psikolog akan melakukan pemeriksaan medis kejiwaan, termasuk melihat status mental seseorang secara menyeluruh. Bila diperlukan, mereka juga dapat menyarankan pemeriksaan radiologi atau laboratorium tertentu.

Jika hasil cek mental health mengarah pada adanya masalah kejiwaan tertentu, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke psikolog atau psikiater untuk konfirmasi dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca artikel menarik lainnya:

Skizofrenia? Jangan Dianggap Remeh!