Lingkungan Kita Terancam! Mengenal 5 Jenis Pencemaran yang Mengintai Bumi

Apakah Anda merasa lingkungan di sekitar kita semakin hari semakin kotor? Fenomena ini, yang kita kenal sebagai pencemaran lingkungan, banyak sekali jenis pencemaran lingkungan yang kini menjadi masalah utama yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas produksi, lingkungan kita (mulai dari udara, tanah, hingga air) seringkali “tersentuh” oleh bahan-bahan asing yang merusak.

Menurut Gramedia secara sederhana, pencemaran terjadi ketika suatu zat atau energi masuk ke lingkungan dan menyebabkan perubahan negatif, bahkan membahayakan kesehatan manusia. Pencemaran tidak hanya terbatas pada asap kendaraan, lho. Tanpa kita sadari, kita sendiri sering menjadi pelaku pencemaran tersebut. Lalu, apa saja sih jenis-jenis pencemaran yang ada di bumi kita ini?

beberapa jenis pencemaran
Sumber: Bobo.id

Jika dilihat dari sifatnya, pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi lima jenis utama

1. Jenis Pencemaran Lingkungan: Udara (Air Pollution)

Pencemaran udara terjadi ketika bahan-bahan asing masuk ke udara dan menurunkan kualitasnya di suatu wilayah. Kualitas udara yang buruk ini dapat memengaruhi kesehatan pernapasan kita

Penyebab Utama:

  • Lalu Lintas: Penggunaan kendaraan bermotor menjadi penyebab utama polusi udara. Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna menghasilkan zat berbahaya seperti Karbon Monoksida (CO), yang merupakan gas beracun. Gas-gas ini bisa membuat udara berkabut dan membentuk ozon yang serius mengganggu pernapasan
  • Asap Industri/Pabrik: Banyak pabrik, terutama yang memproduksi plastik, semen, atau baja, mengeluarkan polutan berbahaya seperti karbon monoksida dan hidrokarbon yang mempercepat efek rumah kaca
  • Polutan Primer dan Sekunder: Polutan udara ada yang bersifat primer (dihasilkan langsung dari sumbernya, contohnya sulfur dioksida dari pabrik) dan ada yang sekunder (hasil interaksi beberapa polutan primer di atmosfer)

2. Jenis Pencemaran Lingkungan: Air (Water Pollution)

Pencemaran air adalah masuknya benda asing ke perairan, yang ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna air. Masalah ini sangat serius, bahkan menjadi masalah global yang dapat membunuh ratusan orang dalam waktu singkat, terutama melalui penyakit diare

Penyebab Utama:

  • Limbah Rumah Tangga: Di daerah perkotaan Indonesia, limbah rumah tangga menyumbang sekitar 60% dari seluruh limbah. Limbah cair seperti deterjen, tinja, dan oli, serta limbah padat seperti plastik, hanyut dan mencemari aliran sungai
  • Limbah Industri dan Pertanian: Limbah industri sering membuang sisa bahan kimia beracun. Sementara itu, pestisida dari pertanian juga mencemari sungai dan air tanah
  • Penangkapan Ikan dengan Racun: Penggunaan tuba atau potas (racun) untuk menangkap ikan tidak hanya membunuh ikan dewasa tetapi juga ikan kecil, merusak lingkungan perairan

3. Pencemaran Lingkungan: Tanah (Soil Pollution)

Pencemaran tanah terjadi ketika lahan dimasuki benda asing yang menyebabkan kualitas tanah menurun dan membahayakan makhluk hidup yang bergantung padanya

Penyebab Utama:

  • Sampah Anorganik: Limbah padat dari perumahan dan pasar, seperti plastik, keramik, dan kaleng, sulit diuraikan mikroorganisme dan dapat bertahan utuh hingga 300 tahun
  • Limbah Cair: Cairan berbahaya seperti oli, cat, atau deterjen, jika meresap ke tanah, dapat merusak kandungan air tanah dan membunuh mikroorganisme
  • Pupuk dan Pestisida Pertanian: Penggunaan pupuk urea dan pestisida secara terus-menerus dapat merusak struktur tanah, mengurangi kesuburannya.
  • Dampak Serius: Jika tanah sudah tercemar, tumbuhan yang tumbuh di atasnya juga akan tercemar. Jika tumbuhan ini dikonsumsi, dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan, misalnya timbal yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan ginjal pada anak-anak

4. Pencemaran Suara (Noise Pollution/Kebisingan)

Pencemaran suara terjadi ketika ada suara bising yang volumenya melampaui batas yang wajar di lingkungan tersebut. Suara yang melebihi 70 desibel (dB) sudah dianggap sebagai tingkat kebisingan

Penyebab Utama:

  • Mesin Berat: Suara mesin pabrik, gergaji mesin, kompresor, dan trafo
  • Transportasi: Suara klakson, kereta api (sekitar 95 dB), dan mesin motor (sekitar 104 dB)
  • Dampak: Kebisingan dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman, susah tidur, kurang konsentrasi, bahkan dapat memicu tuli sementara. Dalam jangka panjang, kebisingan juga dapat memengaruhi sistem metabolisme, seperti perubahan tekanan darah dan gangguan jantung

5. Pencemaran Radiasi (Radiation Pollution)

Pencemaran radiasi terjadi karena masuknya bahan radioaktif yang kekuatan radiasinya melampaui batas aman, atau karena radiasi panas yang melebihi suhu normal

Penyebab Utama: Pencemaran jenis ini biasanya disebabkan oleh debu radioaktif yang timbul akibat ledakan reaktor-reaktor atom atau bom atom.

Baca juga: dudukbareng.com