Penyebab Pengangguran dan sulit mendapatkan pekerjaan menjadi tantangan besar bagi banyak pencari kerja di Indonesia, baik fresh graduate maupun pekerja berpengalaman. Tingkat pengangguran usia 20–24 tahun mencapai sekitar 17%, atau satu dari enam anak muda tidak memiliki pekerjaan. Kondisi ini diperburuk oleh perubahan ekonomi global dan cepatnya adopsi teknologi, termasuk AI, yang mengubah standar rekrutmen.

1. Mengetahui Kondisi Pasar Kerja Saat Ini, Persaingan Ketat & Standar Baru
Indonesia sedang menghadapi fase pasar kerja yang penuh tekanan. Tingkat pengangguran muda mencapai 17%, dan perusahaan kini menetapkan standar yang lebih tinggi karena efek makroekonomi serta percepatan inovasi digital.
Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) berkembang sangat cepat, merubah cara perusahaan menilai kandidat. Mereka kini mencari talenta yang multitasking, efisien, dan cepat belajar. Sayangnya, tidak semua pencari kerja siap menghadapi standar baru ini—yang membuat banyak orang merasa sulit mendapatkan pekerjaan meski sudah rajin melamar.
2. Penyebab Utama Sulit Mendapatkan Pekerjaan (Faktor Penyebab Pengangguran)
Penyebab Pengangguran dan kesulitan mendapatkan pekerjaan dipengaruhi oleh kurangnya keterampilan yang relevan, minim pengalaman kerja, serta lemahnya pengetahuan tentang industri yang dituju. Banyak pencari kerja masih mengandalkan skill lama yang tidak lagi sesuai standar perusahaan, ditambah kurikulum pendidikan yang sering tertinggal dari kebutuhan industri. Fresh graduate juga menghadapi tantangan besar karena belum memiliki pengalaman nyata, sehingga kalah bersaing dari kandidat yang lebih siap. Selain itu, CV dan surat lamaran yang kurang menarik sering membuat lamaran mereka terlewat sebelum sempat dinilai lebih jauh.
Faktor eksternal pun turut memperburuk keadaan, seperti persaingan ketat yang membuat satu posisi bisa menerima ratusan lamaran. Kurangnya networking profesional menjadi hambatan besar karena banyak peluang kerja tersebar lewat rekomendasi, bukan hanya iklan lowongan. Di sisi lain, sebagian pencari kerja terlalu selektif atau memilih-milih posisi sehingga peluang kerja yang sebenarnya cocok menjadi terlewat. Kombinasi faktor-faktor ini membuat banyak orang sulit mendapatkan pekerjaan dan akhirnya memperpanjang masa pengangguran.
3. Langkah Efektf untuk Mengatasi Pengangguran dan Sulit Dapat Kerja
1. Upgrade Keterampilan yang Relevan & Terpakai
Pasar kerja berubah cepat, jadi skill yang dipelajari di kampus sering tidak lagi sesuai kebutuhan industri. Karena itu, pencari kerja perlu aktif mempelajari skill baru yang benar-benar dicari perusahaan, seperti UI/UX, Data Science, atau penggunaan AI. Fokusnya adalah memilih keterampilan yang terpakai dan relevan agar tidak kalah bersaing.
2. Bangun Portofolio Real Project + Cari Mentor Praktisi
Setelah memiliki skill, langkah paling penting adalah membuktikannya melalui real project. Proyek nyata menunjukkan kemampuan menghadapi deadline, revisi, dan kebutuhan klien. Memiliki mentor juga membantu memperbaiki cara kerja, mempercepat perkembangan, dan memastikan hasil proyek benar-benar layak ditampilkan di portofolio.
3. Personal Branding yang Jujur, Otentik, dan Solutif
Personal branding yang baik lahir dari kejujuran dalam menceritakan proses belajar dan pengalaman menangani proyek. Ceritakan tantangan yang dihadapi, cara memecahkan masalah, dan dampaknya. Hal ini membangun kepercayaan, karena orang lebih menghargai proses dan bukti nyata dibanding pencitraan yang berlebihan.
4. Networking dengan Empati & Kemampuan Mendengarkan
Networking bukan sekadar memperbanyak kenalan, melainkan kemampuan membuat orang merasa nyaman dan didengarkan. Dengan mendengarkan pain point orang lain dan bertanya dengan tulus, koneksi akan terbangun secara alami. Pendekatan seperti ini sering menghasilkan rekomendasi kerja tanpa harus hard selling.

Kesulitan mendapatkan pekerjaan dan meningkatnya angka pengangguran bukanlah masalah yang mustahil diatasi. Dengan terus mengembangkan keterampilan yang relevan, membangun portofolio real project, memperkuat personal branding, serta menjalin networking yang tulus dan berempati, peluang untuk diterima kerja akan meningkat secara signifikan. Tidak perlu melakukan semuanya sekaligus—mulailah sedikit demi sedikit, dan konsistensi akan membawa dampak besar dalam perjalanan karier.
Mengapa tingkat pengangguran usia muda tinggi?
Karena kombinasi ekonomi sulit dan perubahan teknologi cepat, termasuk adopsi AI yang menaikkan standar rekrutmen.
Apakah kuliah cukup untuk dapat kerja?
Tidak selalu. Kurikulumnya sering tertinggal. Anda tetap perlu kursus tambahan dan sertifikasi.
Apa itu Real Project?
Proyek nyata dengan klien, deadline, revisi, dan problem yang tidak bisa “diatur sendiri”.
Bagaimana jika CV saya tidak dibalas perekrut?
Perbaiki struktur CV, buat relevan, singkat, dan tambahkan portofolio.
Sumber :
susah dapat kerja cari tahu penyebab dan solusinya